Tampilkan postingan dengan label Belajar Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2015

Tulisan Bebas

Pentingnya Pengawasan Orangtua

ANIME MASIH DIBUTUHKAN ANAK

Sepenggal cerita ataupun kisah yang bisa saya bagikan kepada kalian semua yaitu tentang film kartun atau sering disebut juga dengan anime. Perlu kalian ketahui kalau kita flash back ke masa dimana kita masih anak-anak ketika hari minggu saat sekolah libur, sering sekali kita hanya duduk diam di depan televisi hanya untuk melihat anime yang akan disiarkan melalui televisi. Bahkan sampai sekarangpun saya masih suka melihat anime, tapi sekarang tontonan-tontonan di televisi pada zaman sekarang malah sudah jarang kartun.
Krisis anime atau kartun yang membuat dunia pertelevisian menampilkan program-program televisi yang jelas semua umur melihatnya, walaupun terkadang di setiap program televisi terdapat tanda batasan umur yang boleh melihatnya. Contohnya; biasanya batasan umur tersebut tertulis di pojok layar televisi yang di tuliskan dengan singkatan SU (Semua Umur), AA (Anak-Anak), R (Remaja), dan D (Dewasa). Dari semua yang ada didalam program tersebut tentunya orangtualah yang harus berperan sebagai pendidik atau pembimbing utama untuk mengawasi apa yang ditonton anaknya. Padahal tidak setiap menit orangtua harus mengawasi anaknya karena mungkin ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan atau malah biasanya televisi itu biasanya digunakan agar anak tertarik terhadap acara di dalam televisi setelah itu orangtua meninggalkan anaknya untuk kembali menyelesaikan pekerjaan atau bisa dikatakan televisi sebagai modus.
Menurut saya, film kartun atau anime lebih penting ditayangkan ketimbang sinetron ataupun sejenisnya. Dan pada akhirnya psikologi anak juga bisa terpengaruhi terhadap apa yang ditontonnya. Seperti yang dapat kita lihat sekarang bahwasannya ketika anak-anak di suatu desa berkumpul bermain malah bermain pacar-pacaran yang dalam tahap perkembangan anak seumuran anak-anak SD atau bahkan TK yang seharusnya belum saatnya mengetahui, dan ketika menboba menanyakan dalam sebuah kelompok anak di suatu desa yang sedang bermanin, “apa itu pacar?” Mereka menjawabnya “itu lho kak yang kaya di tv”. Tragis sekali masa kanak-kanak sekarang, padahal waktu saya dulu saat masih anak-anak sering sekali bermain tembak-tembakan dengan memerankan peran kartun yang mereka suka, ada yang berperan sebagai Power Ranger, Naruto, Luffy One Piece, Ninja Hatori, Ultramen, dan masih banyak lagi peran anime yang membuat anak bermain dan membantu perkembangan anak untuk beradaptasi dengan teman sebayanya, berkomunikasi, cerita, bermain bersama, dan kegiatan positif lainnya.
Sedikit cerita saya yang saya alami dan akan saya ceritakan yaitu tentang sebuah lagu di dalam sebuah anime yang saya ikuti kelanjutan ceritanya sampai sekarangpun saya masih mengikuti dan menunggu update terbaru dari serial anime ini, anime tersebut yaitu One Piece. Nah, singkat cerita dulu ketika saya masih duduk di bangku SMP saya melihat/menonton One Piece yang pada saat itu ada sekelompok bajak laut dengan nama kelompoknya bajak laut Rumbar, yang salah satu anggotanya adalah seorang pemusik dan yang mebuat saya tersentuh yaitu ketika semua anggota bajak laut atau pemusik tersebut menanyikan lagu di sebuah kapal dan posisinya kapal tersebut sedang berada di tengah-tengah laut, tiba-tiba datang seekor lumba-lumba kecil yang menari dan melompat-lompat senang mendengar semua anggota bajak laut Rumbar menyayi bersama-sama.
Setelah itu kapten bajak laut Rumbar yang bernama Yorki dan pemusiknya yang bernama Brook kaget melihat kedatangan lumba-lumba kecil yang melompat-lompat mendetkati kapal. Dan setelah itu semua anggota bajak laut Rumbar terdiam melihat lumba-lumba melompat-lompat senang mendengarkan nyanyian yang dinyanyikan bajak laut Rumbar. Kemudian Brook mencoba untuk melakukan percakapan dengan lumba-lumba yang seolah-olah keduannya salang mengerti maksud dari percakapan antara keduannya. Lalu lumba-lumba tersebut diberi nama Laboon dan kapten Yorki menyuruh Brook dan semua anggota kapal menyanyikan lagu kembali untuk menyenangkan Laboon. Laboon pun senang dan melompat-lompat terus menerus.
Sesungguhnya lagu tersebut adalah lagu yang digambarkan didalam lirik lagunya merupakan lagu untuk dinyanyikan bajak laut dikala senang, sedih, kalah perang, menang dalam peperangan. Yadng diartikan untuk terus maju dan bersemangat dalam setiap keaadan mesikpun dalam keadaan sedih sekalipun. Lagu tersebut sangat populer dalam setiap kelompok bajak laut, lagu tersebut berjudul “Bink’ No Sake.”
Seteleh semuanya selesai menyanyi dan terlihat akrab dengan Laboon sampai menjadikan Laboon sebagai temannya. Dimana arti kata “teman” didalam sebuah kelompok bajak sangat dalam dan didasari dengan hati. Singkat cerita datanglah badai besar yang mengharuskan kapal segera untuk berlayar dan berpindah menerjang besarnya badai yang terjadi. Perpisahan dengan Laboon pun terjadi dimana semua anggota bajak laut menangis dan Laboon pun tetap ngotot mengikuti kapal tersebut dan akhirnya Brook yang ditugaskan oleh kapten Yorki untuk berbicara kepada Laboon bahwasannya Laboon tidak bisa mengikuti perjalanan untuk berlayar mengarungi lautan di seluruh lautan yang ada di dunia karena akan membahayakan Laboon yang masih seekor lumba-lumba kecil.
Dan setelah Brook selesai berbicara dengan Laboon, Laboon tetap tidak mau untuk tidak mengikuti kapal bajak laut Rumbar, yang akhirnya semua anggota kelompok bajak laut yang di perintahkan oleh kapten Yorki untuk masuk kedalam ruangan di dalam kapal dan mengabaikan Laboon. Laboon pun seolah sedih terlihat dari binar matanya.
            Setelah semuanya berlalu, di dalam cerita film tersebut yaitu dua hari lamanya untuk melewati badai besar yang menerjang lautan pada saat itu dan akhirnya bisa selamat dan sampai di Pulau Kembar (sebuah pulau dengan tebing tinggi lautan yang kuat dan kokoh ditengah lutan). Dan jangkar kapalpun dilempar untuk berlabuh dan beristirahat sejenak setelah melewati badai yang besar dalam dua hari. Tiba di Pulau Kembar bertemu dengan Crocus (seorang yang tinggal di Pulaukembar dan merupakan seorang mantan bajak laut). Sontak melihat lumba-lumba yang berenang, Crocus bertanya kapada bajak laut Rumbar; “Apakah lumba-lumba itu peliharaan kalia?” dan kemudian semua anggota bajak laut Rumbar menangis melihat lumba-lumba tersebut yang ternyata adalah Laboon yang tetap mengikuti kapal bajak laut Rumbar samapi Pulai Kembar dan mendapat banyak luka akibat badai yang berhasil dilewatinya dan kemudian semua anggota menyanyikan lagu Bink’s No Sake kembali untuk dipersembahkan kepada Laboon.
            Dan setelah semuanya selesai beristirahat kemudian sang kapten memutuskan melanjutkan perjalanannya yang juga harus meninggalkan Laboon. Dan kemudian Brook mencoba berbicara untuk tidak mengikuti kapal lagi tapi tetap tidak mau, tapi kemudian kapten Yorki berjanji kepada Laboon Bahwa 2 tahun lagi akan kembali lagi ke Pulau Kembar ini. Dan akhirnya Laboon pun setuju lalu kapten Yorki menitipkan Laboon kepada Crocus dan kemudian melanjutkan berlayaram mengarungi lautan.
            Singkat cerita setelah kapal berjalan maju terus untuk mengarungi lautan, ditegah perjalan tiba-tiba kapten Yorki sakit dan dokter di kapal tidak bisa menyembuhkannya kemudian mati. Dan kapten Yorki berpesan kepada Brook untuk menyampaikan maaf kepada Laboon karena tidak bisa bertemu dengan Laboon lagi. Setelah itu Brook yang menggantikannya sebagai kapten bajak laut Rumbar, kemudian tiba di salah satu pulau yaitu Pulau Setan yang tiba-tiba diserang oleh bajak laut lainnya dan mengalami kekalahan semuannya kritis. Dan pada saat keadaan keritis tersebut, semua anggota memutuskan menyanyikan lagu “Bing’s No Sake” yang direkam dengan “Dial Tone” dengan harapan ada yang menemukan Dial Tone ini dan menyampaikannya kepada Laboon dan kemudian semua anggota bajak laut Rumbar menanyanyikan lagu Bink’s No Sake yang pada lirik terakhir lagu ini satu persatu dari anggota bajak laut tidak bisa mempertahankan masa-masa keritisnya lalu satu persatu mati sampai akhirnya semuanya mati.
            Setelah semuanya mati dan sampai lamanya 50 tahun Laboon tetap menunggu di Pulau Kembar dan membenturkan kepalnya sacara terus menerus kepada tebing dinding di Pulau Kembar atau dinding tersebut yang bisa di katakan sebagai Red Line (garis perbatasan antar pulau). Dan Laboon pun mendapatkan luka yang parah, diperintahkan oleh Crocus untuk tidak membenturkan kepalanya tapi Laboon setiap harinya tetap membentur-benturkan kepalanya sampai luka di kepalanya bertambah parah.
Sampai pada akhirnya ada kapal yang jatuh dari air terjun pulau kembar atau pintu masuk menuju Grand Line yang ternyata kapal  yang turun dari air terjun adalah kapal milik kelompok bajak laut Mugiwara No Luffy yang kemudian bertemu dengan Laboon, berteman dengan Laboon dan berhasil membuat pengertian kepada Laboon untuk tidak membenturkan kepalnya lagi. Akhirnya kelompok Mugiwara No Luffy juga berjanji akan bertemu dengan Laboon kembali.
Setelah itu ternyata kelompok bajak Laut Mugiwara No Luffy tiba di Pulau Setan dan bertemu dengan Brook. Brook yang ternyata masih hidup karena telah memakan buah iblis Yomi Yomi No Mi yang membuatnya bisa hidup abadi. Dan menunggu kapal bajak laut yang datang ke Pulau Setan dan Brook pun masih menyimpan Dial Tone yang harus disampaikan kepada Laboon. Sampai pada akhirnya kapten dari bajak laut Mugiwars No Luffy yang bernama Mongkey D. Luffy mengajak Brook untuk menjadi anggotanya dan Brook pun setuju untuk bergabung dengan kelompik bajak laut Mugiwara No Luffy.
Cerita ini masih berlangsung sampai sekarang ini di serial anime One Piece dan masih belum diceritakan karena masih maju mengelilingi dunia di lautan. Dari serial anime seperti ini terkadang memang bisa membuat karakter anak terbentuk. Maka dari itu saya berharap sekali kepada orangtua untuk tetap membimbing, mengawasi dan medidiknya karena bagaimanapun orangtualah sosial pertama untuk anak belajar menggali ilmu, belajar berkomunikasi dan belajar untuk tumbuh dan berkembang sesuai apa yang diajarkan oleh orangtua.

Semoga tulisan dan pesan terhadap apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya pendidik atau orangtua. Terimakasih telah membaca sekata demi kata yang menjadikan kalimat dalam cerita atau kisah yang saya ceritakan ini.

Kamis, 08 Januari 2015

Review Film "Dangerous Minds"

Review Film
“DANGEROUS MINDS”


Judul               : Dangerous Minds
Rilis                 : Tahun 1995
Produksi          : Hollywood Picture
Sutradara         : John N. Smith
Pemain                        : Mcihelle Pfeifer, George Dzundza, Coutnry B. Vance, Robin    Bartlett, Beatrice Winde dan lain-lain

            Film ini merupakan film yang sudah cukup lama diproduksi dan rilis pada tahun 1995. Cerita yang ada di dalam film ini berawal dari Mrs. Johnson Louanne yang mendatangi Parkmont High School dan bertemu kepala sekolah, karena memang sekolah ini sedang kekurang guru untuk mengajar di sekolah terebut, kemudian Mrs. Johson Lauanne diterima untuk bekerja di Parkmount High School sebagai guru yang mengajar bahasa Inggris. Sebelum mengajar di Parkmount High School, Mrs. Johnson Launne berprofesi sebagai marinir, Mrs. Johns Launne senang karena langsung diterima di sekolah tersebut, lalu ia bertemu dengan temannya Mr. Griffith dan bercerita bahwa ia diterima sebagi guru tetap di Parkmount High School dengan mengajar di kelas akademik atau kelas khusus. Mr. Griffith terkejut mendengar berita itu, dan memberitahukan jika kelas yang akan Mrs. Johnson ajar adalah kelas yang isinya adalah anak-anak nakal. Namun, Mrs. Johnson tidak menghiraukan itu dan tetap pada pendiriannya untuk mengajar kelas akademik. Hari pertama mengajar, Mrs. John Launne bersemangat karena di janjikan akan mendapat siswa khusus yang cerdas. Namun kenyataannya berbeda ketika ia masuk di kelas tersebut. Ternyata yang dihadapinya adalah anak- anak yang sulit untuk dikendalikan. Anak-anak yang berasal dari ras yang beragam tersebut, masih tetap bernyayi, bercakap-cakap dan sibuk dengan urusan masing-masing. Ketika berusaha meminta perhatian, tetap saja dia diabaikan. Bahkan Mrs Johnson Lauanne harus menerima pelecehan dari Emilio Ramirez, siswa yang paling berpengaruh di kelas tersebut, ketika berusaha bertanya tentang kenapa guru sebelumnya berhenti mengajar. Dan hari pertama berakhir dengan kemarahan dan rasa malu yang harus dibawa ketika Mrs Johnson Luanne memutuskan untuk meninggalkan kelas.
Awalnya mengajar Mrs. Johnson Louanne berniat untuk mengundurkan diri. Dia sangat marah dan tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan yang telah melecehkan dirinya dari siswanya. Griffith sahabatnya dan juga seorang guru di sana menasehatinya dan memberi semangat untuk tidak menyerah dalam mengajar dan menghadapi siswa di kelas tersebut. Hal ini membuat Mrs. Johnson  Lauanne untuk tetap mengajar dan bertekat untuk menakhlukan para siswanya. Sehingga dia mencari cara agar siswanya dapat tertarik dan menerimanya sebagai guru. Lalu sesampai di rumah, Mrs John’s berfikir bagaimana cara mengatasi permasalahan yang kini dihadapinya. Semalaman Ia membaca buku tentang mengajar dan mendapat masukan dari temannya untuk menarik perhatian siswa- siswanya. Akhirnya Mrs John’s menemukan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Ia memutuskan untuk mengajari karate pada awal pertemuannya, dan memperkenalkan diri sebagai mantan marinir. Ketika dua orang muridnya Raul dan Durrel merespon ajarannya dan melakukan dengan baik, Mrs John’s memberikan nilai A untuk semua siswanya, dengan syarat mereka harus mempertahankan sampai akhir tahun agar bisa lulus dari SMA. Namun, pertemuan kedua ini justru dianggap melanggar kebijakan sekolah yang melarang pembelajaran bela diri. Pembelajaran yang dia laksanakan di pertemuan kedua pun ternyata sedikit demi sedikit membangkitkan perhatian siswa-siswa nya untuk tidak membuat kegaduhan. Banyak sekali trik-trik serta metode mengajar yang digunakannya untuk menarik perhatian siswanya.
Perhatian yang telah diperoleh Mrs. Johnson Lauanne digunakan untuk mengajarkan jenis kata, konjungsi kata, makna kata dan makna kalimat. Topik yang dipilihnnya berdekatan dengan apa yang sehari-hari harus dihadapi oleh murid-murid dengan lingkungan yang kental dengan kekerasan seperti memilih, kematian, mengendalikan hidup, memilih dalam menghadapi hidup  atau kematian.  Dalam kelas ini Mrs. Johnson Lauanne menemukan tiga murid yang memiliki  kecerdasan yang lebih yaitu Callie, Raul dan Durrel. Keberhasilan pertama Mrs John’s diiringi peringatan keras dari kepala sekolah karena mengajarkan karate pada siswanya, walaupun dengan alasan untuk menarik perhatian sekalipun. Mrs Johnson Lauanne harus mengikuti kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut. Akhirnya Mrs. Johnson Lauanne mencari cara agar mereka mau belajar tentang puisi. Dia menjanjikan kepada siswa bagi mereka yang bisa membaca puisi maka akan diajak ke Taman Hiburan dengan biaya gratis yang dibayari oleh dewan pendidikan dan membagikan makanan ringan seperti coklat dan dibagikan kepada mereka yang mau menjawab dan berpendapat tentang puisi tersebut. Semua siswa pun berantusias dengan apa yang di janjikan oleh Mrs. Johnson Lauanne mereka semua menjadi mau untuk mengikuti pelajaran yang diberikannya. Tetapi ada satu siswa yang tidak berantusias yaitu Emilio dia menganggap bahwa yang di katakana Mrs. Johnson Lauanne itu adalah omong kosong belaka dan dia pun mempengharui teman-temannya sehingga teman-temannya pun percaya dan patuh terhadapnya. Alasan dari mereka percaya karena tidak mungkin dewan pendidikan yang akan membayar biaya mereka untuk ke Taman Hiburan. Ini dikarenakan mereka merasa bahwa dewan pendidikan tidak adil bersikap dan tidak peduli kepada mereka. Mrs. Johnson Lauanne pun menjadi bingung, mengapa siswanya menjadi tidak lagi memperdulikannya. Akhirnya ada salah satu siswi yaitu Callie yang mengatakan kepadanya, bila semua siswa di kelas mau tunduk kepadanya maka dia harus menakhlukan Emilio. Mrs. Johnson Lauanne pun bertekat akan menaklukan Emilio.
Setelah memenuhi janjinya mengajak ana-anak tersebut ke Taman Hiburan, dan kembali mendapat teguran oleh pihak sekolah. Mrs. Johnson Lauanne mengadakan Dylan-Daylan Contest, dengan hadiah makan malam dengannya di sebuah restoran mahal. Kontes tersebut merupakan kontes mencari persamaan satu puisi karya Bob Dylan tentang kematian dengan satu puisi Dylan Thomas. Kontes tersebut dimenangkan oleh Raul, Durrel dan Callie, namun semuannya mendapat hadiah untuk usaha yang telah dilakukan. Sayangnya hanya Raul yang bisa pergi makan malam, karena kedua murid lain harus bekerja pada malam hari. Kemudian datanglah pagi waktunya untuk memulai pembelajaran, saat memberikan materi baru, sonak dengan suara murid yang lantang untuk menanyakan hadiah apa jika mampu menyelesaikan puisi ini. Ternyata dari kejadian-kejadian sebelumnya telah membuat muridnya menjadi ketagihan dengan hadiah yang diberikan Mrs. Johnson Lauanne setiap mempelajari puisi yang baru. Namun, Mrs. Johnson Lauanne meyakinkan kepada muridnya bahwa belajar itu sendiri merupakan hadiah bagi mereka. Pikiran yang kuat harus dilatih terus karena setiap kenyataan baru memberi pilihan yang lain, dan setiap pemikiran baru membentuk otot pikir yang baru, dan kita butuh otot-otot tersebut sebagai senjata dalam hidup kita.
Masalah demi masalah muncul seperti dua saudara kembar Durrel dan Lionel karen Mrs. Johnson Lauanne dianggap oleh ibu mereka telah meracuni otak mereka dengan puisi-puisi yang tidak berguna, keputusan Callie untuk pindah sekolah ke Clearvie karena hamil dan yang paling berat adalah terbunuhnya Emilio karena tidak mendapat perlindungan dari sekolah. Oleh karena itu kejadian-kejadian tersebut membuat hati Mrs. Johnson Lauanne terpukul sehingga memutuskan untuk mengundurkan diri dari Parkmount High School pada akhir semeseter pertama. Akan tetapi murid-muridnya tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh Drs. Johson Lauanne, kemudian murid-murid semuannya meyakinkan Mrs. Johnson Lauanne untuk tidak menyerah dalam menghadapi kehidupan seperti yang diajarkan dalam puisi-puisi yang telah di ajarkan dalam proses pembelajaran. Mrs. Johnson Lauanne pun saampai terketuk hatinya, dan selanjutnya Mrs. Johnson Lauanne berniat untuk mengurungkan dirinya untuk berhenti mengajar dan kemudian kembali melanjutkan pengajarannya di Parkmount High School.
Dari film ini, kemudian dapat diambil manfaatnya yaitu setelah melihat/menonton film ini dapat diketahui bahwa film ini mengajarkan bagaimana hakikatnya seorang pendidik harus memahami anak-anak dan bisa dikatakan  seorang pendidik, guru, ataupun orangtua yang bisa dikatakan sebagai pembimbing atau pengasuh bukan bersifat instruktur melihat pahitnya lingkungan diluar teempat murid/anak bersosialisasi. Bisa dikatakan bahwasannya sebagai pendidik harus bersikap adil, mudah diajak komunikasi, selau ada saat siswa-siswi membutuhkan dan selalu mendukung. Guru dituntut untuk kreatif dalam mengajar dan menggunakan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Sebagai guru juga harus mempunyai semangat tinggi dan jangan mudah untuk menyerah dalam menangani siswa.
Dijelaskan juga proses pembelajaran kognitif yang di berikan oleh Mrs. Johnson Lauanne adalah proses pembelajaran yang akan berjalan dengan baik bila materi pemlajaran baru diajarkan dapat beradaptasi secara tepat dan serasi dengan daya kognitif yang telah dikuasai oleh murid, proses tersebut yaitu yang diterapkan oleh Mrs. Johnson Lauanne dalam pembelajaran yang membahas tentang teori tentang memberikan materi sesuai dengan keadaan dan kondisi siswa yang hidup dalam kekerasan, kemiskinan, kehidupan, juga kematian. Sehingga siswa mampu mengerti, mencerna dan memahami dengan baik pelajaran yang diberikan. Sebagai seorang pendidik, guru ataupun orangtu, kita harus mampu memahami karakteristik peserta didik atau memahami karakteristik anak kita sebelum kita (pendidik, guru, ataupun orangtua) melakukan pembelajaran baik yang bersifat intrinsik atau ekstrinsik. Dengan mengenali karakteristik peserta didik atau anak-anak, kita bisa menentukan metode atau cara yang tepat untuk membelajarkan kepada siswa. Kecocokan penggunaan metode sangatlah penting agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dan dikuasai oleh peserta didik. Jika metode yang guru pakai tidak cocok dengan karakteristik siswa, maka yang terjadi adalah pembelajaran sulit dilaksanakan, ada tantangan dari peserta didik dan pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Karakteristik setiap siswa dalam satu kelas itu tidak sama. Oleh sebab itu, sebagai seorang guru juga harus bisa melakukan berbagai pendekatan kepada siswa. Adapun pendekatan tersebut bisa kita lakukan secara kelompok maupun secara personal atau individual. Contoh pendekatan kelompok yang dapat kita ambil dari film tersebut yaitu ketika diadakan Dylan-Dylan Contest. Sedangkan pendekatan personal dapat kita ketahui ketika Mrs Johnson Lauanne mengadakan kunjungan pada siswanya yang bermasalah. Selain itu, sebagai seorang guru kita juga harus bisa menumbuhkan semangat bagi siswa serta menarik siswa untuk senantiasa aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Masalah keluarga, seperti keluarga yang termasuk ”broken home”, dan berasal dari keluarga miskin, dapat mempengaruhi perkembangan psikologi individu tersebut, misalnya individu tersebut menjadi tertutup, tertekan, dll. Untuk itu sebagai seorang guru juga harus memperhitungkan dan memberikan perhatian lebih kepada perkembangan psikologis peserta didiknya.
Semoga dengan ini kita dapat memetik hikmahnya dan memahami banyak pesan yang ada pada film ini dan berharga untuk kebersamaan membangun karakteristik anak yang baik dan benar. Film ini juga mencontohkan bagaimana cara untuk mencari solusi saat terjadi masalah, membuat jalan keluar masalah, mikirkan cara yang benar dalam setiap memecahkan atau menyelesaikan masalah dan belajar mengerti konsekuensi hidup dan berani bertanggung jawab dengan apa yang menjadi konsekuensinya. Dengan referensi film “Dangerous Minds” yang perlu ditonton oleh seorang pendidik, baik itu guru maupun orangtua agar mengerti dan tidak salah dalam menangani siswa atau anak supaya dalam mendidiknya akan lebih baik.